Rafandrian Sports

Membahas 3 tim besar dari 3 negara

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Official web

Manchester United
PERSIB
BARCELONA FC

Thumbnail Recent Post

Blog Archive

DI DUKUNG OLEH:

Manchester United

Maung Bandung

Berita tentang salah satu tim terbesar di Indonesia, PERSIB

mes que un club

Berita tim besar dari catalan,BARCELONA FC

Glory Man United

Berita tim besar dari kota Manchester, Manchester United

Garuda di dadaku

Sekilas kiprah timnas mulai dari semifinal AFF CUP 2010

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label Garuda di dadaku. Tampilkan semua postingan

Muhayati Faridatun - Okezone

F: Vincent Partosoebroto-kostum merah (indo-talent)
JAKARTA – Satu lagi nama baru pemain keturunan yang akan mengikuti proses seleksi Timnas Indonesia U-23 gelombang kedua. Vincent Partosoebroto dijadwalkan akan mengikuti seleksi pada sore nanti.

Seperti dikabarkan Deputi Teknik Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, Vincent sudah tiba di Jakarta dan siap mengikuti seleksi untuk bisa masuk dan membela Timnas Indonesia U-23.

“Vincent pagi ini sudah tiba, tapi dia baru bisa ikut seleksi pada sore nanti, karena masih istirahat,” jelas Iman Arif melalui pesan singkat.

Vincent adalah pemain keturunan Indonesia asal Belanda, dan baru berusia 20 tahun. Berposisi sebagai gelandang serang, Vincent bermain untuk klub SV Hoofddrop. Vincent mempunyai saudara kembar yakni Donovan Partosoebroto yang bermain di posisi kiper di klub yang sama.

Donovan dan Vincent sempat dijadwalkan akan mengikuti laga partai amal di Surabaya beberapa waktu lalu. Namun, sayang keduanya tidak mendapatkan izin dari klubnya untuk terbang ke Indonesia.
sumber: okezone.com

Selasa, 11 Januari 2011 - 17:10 wib

Fitra Iskandar - Okezone
Giovani van Bronckhorst kanan bersama skuad Timnas Belanda.(foto:daylife)
AMSTERDAM – Mantan pemain Timnas Belanda keturunan Maluku, Giovani van Bronckhorst menanggapi upaya naturalisasi pemain keturunan Indonesia di Belanda yang sedang dirintis PSSI.

Kapten De Oranje pada Piala Dunia 2010 ini mengaku tidak mempersoalkan dari mana asal pemain, namun dia berharap Timnas Indonesia bisa menjadi tim yang tangguh.

"Sudah jelas sepakbola di Indonesia masih harus dikembangkan ke tingkat yang lebih tinggi. Kita harus membentuk sebuah tim tangguh. Soal isi, bisa saja pemain lokal atau pemain yang didatangkan dari Belanda. Tapi yang paling utama, timnas Indonesia harus tangguh," ujar Gio saat diwawancarai Radio Nederland Wereldomroep.

Langkah nyata proyek naturalisasi yang dilakukan Badan Tim Nasional (BTN) mulai terlihat di pertengahan 2010 dengan langsung berburu pemain keturunan ke Belanda untuk dinaturalisasi. Selanjutnya BTN mengundang sejumlah pemain keturunan di Belanda seperti John Rudolf van Beukering, Raphael Guillermo Maitimo dan Tobias Waisapy untuk memperkuat Garuda saat laga persahabatan menghadapi Uruguay November lalu. Sayang mereka tidak jadi diturunkan karena terganjal aturan FIFA.

Meski begitu, proses naturalisasi terhadap Beukering dan Raphael Guillermo Maitimo tetap berlanjut.Sebelumnya, BTN juga tengah mengajukan satu pemain keturunan lain yaitu Sergio van Dijk untuk dinaturalisasi.

Jalur naturalisasi dari pemain keturunan di Belanda juga masih ditempuh untuk memperkuat Timnas U-23 dengan mengundang Oliver Rifai, Stefano Lilipaly, Mark van de Maarel dan Ruben Wuarbanaran untuk mengikuti seleksi timnas. Untuk nama terakhir, sudah bergabung dalam latihan, dan ketiga nama lain diperkirakan baru bisa mengikuti seleksi tahap tiga pada 15-17 Januari 2011.

Naturalisasi juga dilakukan kepada pemain Persib Bandung Cristian Gonzales dan pemain blasteran Jerman, Kim Jeffrey Kurniawan. Namun Gonzales yang sudah tampil membela Garuda pada ajang AFF Suzuki Cup lalu bukan merupakan inisiatif PSSI. Pemain kelahiran Uruguay ini mengajukan diri sebagai WNI sejak beberapa tahun lalu. PSSI menyatakan saat ini baru Kim yang merupakan hasil proyek naturalisasi.
(fit)

sumber: okezone.com


Headline
Ruben Wuarbanaran - Foto: Istimewa
Oleh: Subchan Zurya Mawla/Boy Leonar
Bola - Selasa, 11 Januari 2011 | 12:24 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Setelah mencoret tiga pemain kelahiran luar negeri di seleksi gelombang pertama Timnas U-23, pelatih Alfred Riedl kembali mengamati seorang pemain calon naturalisasi.
Ruben Wuarbanaran, demikian nama pemain berusia 20 tahun itu, baru tiba di Jakarta kemarin. Meski demikian, permainannya cukup menyita perhatian, terutama dari skil individunya.
“Dari segi teknik dan shooting lumayan bagus,” ujar asisten pelatih Wolfgang Pikal di sesi pertama seleksi hari Selasa (11/1). “Apalagi dia baru datang. Sebenarnya masih jetlag, tapi permainannya sudah cukup maksimal dan paling menonjol dibanding pemain lainnya.

Pemain dari tim muda FC Den Bosch, klub yang berada di divisi terbaik kedua Belanda, itu merasa terkesan dengan seleksi yang dijalaninya kali ini dan tak sabar segera mengenakan kostum Merah Putih.

“Saya cukup puas dengan hasil latihan hari ini, baik secara individu maupun keseluruhan,” ungkap pemuda berambut pirang itu kepada wartawan usai mengikuti seleksi. “Semua pemain punya karakternya masing-masing. Pemain Indonesia sendiri cukup bagus. Pelatihnya juga bagus.”
Darah Maluku mengalir di tubuh Ruben dari ayahnya, karena itu ia sangat bersemangat ketika mendapat peluang untuk memperkuat tim nasional kelahiran sang ayah.

“Saya sangat tertarik bermain di Indonesia dan menjadi pemain Indonesia, saya menargetkan bisa masuk ke dalam anggota skuad SEA Games dan Praolimpiade,” ucapnya.
“Saat ini saya memang masih memegang paspor Belanda, tetapi jika saya terpilih nanti, saya berjanji akan berganti kewarganegaraan Indonesia,” tegasnya.

sumber: inilah.com

Narayana Mahendra Prastya - detiksport


S. Lilipaly (ist)

jakarta - Ada lima pemain dari klub asing yang akan mengikuti seleksi timnas U-23 yang dipersiapkan untuk Pra Olimpiade dan SEA Games. Siapa saja mereka dan berasal dari klub mana?

Dalam daftar 84 nama pemain seleksi timnas U-23 yang dirilis PSSI kemarin, terdapat nama Arthur Irawan yang berasal dari Preston North End. Deputi bidang teknis Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif menjelaskan bahwa pemain berposisi gelandang tersebut merupakan warga negara Indonesia asli.

"Arthur di Preston masih trial, namun belum dikontrak. Dia masih harus menyelesaikan masalah visa," kata Iman saat dihubungi detiksport Rabu (5/1/2011) malam WIB. Ia menambahkan bahwa Arthur merupakan lulusan dari Jakarta International School dan saat ini berusia 19 tahun.

Selain Arthur, Iman menjelaskan bahwa masih ada empat nama lain dari klub asing yang akan mengikuti seleksi timnas U-23. Empat nama ini belum ditampilkan di daftar 84 nama yang dirilis PSSI.

Mereka adalah Stefano Lilipaly (bek/ FC Utrecht), James Zaidan (gelandang/ New York Cosmos), Mark van de Mareel (bek/FC Utrecht), dan Andrea (sayap kanan/FC Cannes). "Arthur dan James sudah datang ke Indonesia. Andrea sudah masuk ke hotel Sultan malam ini. Sementara Stefano masih harus ke Portugal dulu, sementara Mark sekitar minggu depan," kata Iman.

Iman menjelaskan sekilas latar belakang dari para pemain tersebut. James yang berpaspor Amerika Serikat sempat mengikuti seleksi U-21 Persebaya. Sementara itu Van de Mareel dan Lilipaly adalah anggota timnas U-21 Belanda. Sedangkan Andrea orang asli Prancis yang sudah tinggal di Bali selama 17 tahun. Iman menambahkan bahwa orang tua Andrea berencana menjadi WNI.

"Problem U-23 adalah para pemain masih bisa memilih, jadi mungkin ada 'rebutan' antara Indonesia dan Belanda," kata Iman.

Keempat itu akan mengikuti seleksi di salah satu waktu yang sudah ditentukan yakni pada tanggal 6, 10 dan 15 Januari 2011.
( nar / nar ) 

sumber: detiksport


Ditulis Oleh: Bepe, waktu: 5 January 2011, pada kategori:Tim Nasional
Piala AFF 2010 telah usai dan seperti yg kita ketahui bersama, kita hanya mampu menjadi runner up untuk yg ke empat kalinya. Sebuah ungkapan klasik mengatakan “Dalam setiap pertemuan, maka akan ada juga sebuah perpisahan”. Maka sehari setelah partai final di gelar diadakanlah acara pembubaran tim. Seperti biasa ketua umum PSSI, ketua BTN, manager tim dan pelatih kepala memberikan kesan dan pesan mereka masing-masing. Tidak ketinggalan, saya juga mendapatkan giliran untuk berbicara, sebagai wakil dari semua pemain. Di bawah ini adalah kutipan dari apa yg saya ucapkan ketika itu:

“Secara pribadi maupun mewakili seluruh pemain, saya ingin mengucapkan terima kasih yg sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus dan juga staff pelatih atas kerja sama yg luar biasa selama piala AFF ini di gelar. Kenyataan memang terkadang tidak seindah apa yg kita bayangkan, akan tetapi setidaknya kita semua sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Kita memang belum mampu menjadi juara, akan tetapi semoga kita mampu memenangkan hati masyarakat Indonesia. Mohon maaf jika ada tersalah kata atau tindakan diantara kami semua, dan sekali lagi terima kasih”..
Secara pribadi, saya berpendapat jika tim ini adalah salah satu tim yg mempunyai suasana terbaik selama saya menjadi pemain nasional. Semua pemain benar-benar bermain dan berusaha memberikan yg terbaik kepada pelatih dan tim, itu tercermin dari cara kami bermain di lapangan. Tidak ada sosok bintang di sana yg ada hanyalah kami dalam sebuah tim..
Dibawah ini adalah pendapat pribadi saya mengenai personel-personel yg ada di dalam tim nasional piala AFF 2010. Sekali lagi ini adalah pendapat pribadi saya, jika rekan-rekan mempunyai pendapat yg berbeda dengan apa yg saya kemukakan, ya monggo-monggo saja, wong namanya juga pendapat pribadi tho hehehe..

1.  Alfred Riedl: Dimata saya Alfred bagaikan sebuah kulkas empat pintu, dingin, kokoh, tegas dan solid. Walau terkesan kaku akan tetapi Alfred memunyai hati yg besar dan luas. Dia adalah sebuah pribadi yg sangat fair dalam menilai segala sesuatu, filosofinya dalam bekerja adalah “Keras, tegas namun penuh dengan kasih sayang”. Walaupun dia selalu meletakkan saya di bangku cadangan selama AFF, akan tetapi tidak dapat saya pungkiri, jika dia adalah salah satu pelatih favorit saya..

2. Wolfgang Pikal: Wolf adalah penyambung lidah Alfred di dalam tim, keberadaan Wolfgang membuat komunikasi antara Alfred dengan seluruh pemain berjalan sangat lancar. Sesekali dia memang terkesan lebih keras dan lebih tegas daripada Alfred sendiri, sehingga terkadang hal tersebut membuat kami sedikit merasa keki. Akan tetapi itu semua terjadi, lebih karena totalitas Wolfgang dalam bekerja..

3.  Widodo Cahyono Putro: Bagi kami, dia bukan hanya seorang pelatih, akan tetapi lebih menjadi seorang kakak atau abang. Mas Wid akan selalu ada saat  kami membutuhkan saran dan masukan. Pengalaman panjangnya sebagai pemain nasional sangat membantu kami dalam mengatasi tekanan publik selama piala AFF. Dan perlu di ketahui, beliau adalah satu-satunya pelatih yg kami invite dalam BBM group pemain timnas AFF. Itu artinya, kami sangat percaya dan nyaman dalam berdiskusi mengenai hal apapun dengan beliau..

4.  Edy Harto: Hampir semua kiper atau mantan kiper yg saya kenal agak-agak gila, akan tetapi pak Edi adalah pengecualian. Melihat dari keseharian nya baik di atas lapangan saat melatih maupun di luar lapangan, pak Edi adalah pribadi yg sangat teratur dan tertib. Tidak heran jika dimasa jayanya dulu, beliau adalah seorang kiper yg hebat..

5.  Markus Haris Maulana: Ini adalah salah satu contoh kiper yg saya katakan agak-agak gila, kepribadiannya unik dan sangat susah di tebak. Salah satu kelebihannya adalah, selalu mampu tampil relax dalam setiap apapun pertandingan, termasuk ketika melawan tim sekelas Uruguay. Untuk saat ini, dia masih kiper terbaik di Indonesia menurut saya..

6.  Ferry Rotinsulu: Kualitasnya tidak jauh dari Markus Horison. Refleknya luar biasa dan cara dia membaca tendangan pinalti juga sangat berkelas. Motifasinya sangat tinggi dan ingin selalu menjadi yg terdepan dalam segala hal. Terkadang beberapa tindakannya memancing tawa pemain-pemain yg lain..

7.  Kurnia Meiga: Indonesia tidak perlu takut kekurangan kiper handal sampai setidaknya 10 tahun ke depan. Kurnia Meiga yg belum genap berusia 20 th menurut saya memiliki potensi yg luar biasa. Apalagi sebagai seorang penjaga gawang, dia ditunjang dengan postur yg kokoh serta sangat ideal..

8.  Zulkifly Sukur: Sejujurnya saya sempat khawatir, ketika Ismed Sofyan dan Ricardo Salampesi tidak berada dalam tim. Akan tetapi ternyata kekhawatiran saya tersebut sangat tidak beralasan, Zulkifli bermain dengan sangat baik sepanjang piala AFF 2010 di gelar..

9.  Beny Wahyudi: Tipe pemain dengan ciri khas Jawa Timur khususnya Malang, bertehnik tinggi dengan sedikit bumbu keras. Sebagai pribadi, pemain ini sangat mudah bergaul dengan siapa saja, guyonan-guyonan nya nyelekit (pelan tapi menyakitkan) hahahahaha..

10. Yesayas desnam: Pemain ini paling pendiam, akan tetapi sekali dia berbicara, maka semua akan di buat tertawa terbahak-bahak dengan leluconnya. Suatu siang, dia meminta ijin kepada saya untuk berbicara di depan pemain saat makan siang, dan tentu saya mengijinkan. Saat itu dia meminta maaf kepada seluruh pemain, karena tanpa sadar telah melakukan wawancara dengan media, yg sebenarnya memang di larang. Saat itu dia berkata ” Dalam wawancara tadi, saya bilang  jika tim ini sangat harmonis, saling mendukung satu dengan yg lain dan tidak ada yg merasa menjadi pemain bintang”, kami pun terus memperhatikan dengan seksama. “Arghh,, tetapi saya lupa satu hal, dan karena itu saya minta maaf kepada kalian semua” lanjut Yesayas. Seketika kamipun bertanya dengan antusias “Apa yg lupa Yesa..??”. Kemudian dengan santai diapun menjawab “Arrggh,, saya lupa bilang ke wartawan tadi, kalau saya sayang kalian semua”, Seketika tawa kamipun pecah di sela-sela makan siang, dan dia adalah satu-satunya pemain yg mampu membuat alfred tertawa hahahahaha…

11. Maman abdurahman: Pemain belakang yg penampilannya paling konsisten selama beberapa tahun terakhir di tim nasional. Pandai membaca permainan dan sangat cekatan dalam memotong bola-bola terobosan. Umpan-umpan jarak jauhnya luar biasa..

12. Hamka Hamzah: Bek tengah dengan kemampuan paling komplit di negeri ini, bagus di udara dan juga sangat tenang di bola-bola bawah. Yang harus dia lakukan, adalah menukar chip yg ada di kepalanya dengan yg sedikit lebih baik dan lebih baru, agar dia tidak sering lepas kendali. Akan tetapi sekarang, dia sudah jauh lebih dewasa. Menurut saya, dia adalah pemain terbaik piala AFF tepat di belakang Firman Utina…

13. Muhammad Roby: Di atas lapangan, Robby adalah pribadi yg tidak banyak bicara, lugas dan sangat tenang dalam bermain. Sedang di luar lapangan, pemain ini sangat kocak dan kolot, seperti kebanyakan orang-orang betawi hehehe..

14. Muhammad Nasuha: Nyawa di bagian pertahanan sebelah kiri tim nasional, selalu total dalam bermain walaupun dalam keadaan kepala robek dan harus menerima jahitan sekalipun. Seorang petarung sejati..

15. Tony Sucipto: Pemain serba bisa, dapat bermain di gelandang tengah, sayap kanan maupun kiri, serta bek kanan maupun kiri dengan sama baiknya. Dan saya sangat bersyukur karena dia adalah pemain Persija Jakarta hehehe..

16. Muhammad Ridwan: Ketika junior, dia adalah saingan saya di posisi sayap kiri tim junior Jawa Tengah. Sekarang, dia dapat bermain sebagai bek atau sayap dengan sama baiknya. Yang mengagumkan dari Ridwan adalah, di usia yg tidak muda lagi, kondisi fisiknya masih sangat prima..

17. Okto Maniani: Salah satu pemain yg paling menonjol di gelaran piala AFF 2010. Kengototan dan tenaganya yg luar biasa, dapat menutupi kekurangannya dalam masalah ukuran badan. Menurut saya dia adalah Aaron Lennon versi Indonesia..

18. Firman Utina: Pemain yg paling dekat dengan saya dalam timnas AFF 2010, selain karena kami teman sekamar, kebetulan angkatan kami juga tidak berbeda jauh. Ketika semifinal pertama melawan Philipine, dia harus menerima suntikan penahan rasa sakit di lututnya yg mengalami cedera lumayan parah, butuh hati dan jiwa yg besar untuk melakukan itu. Dokter tim sempat ragu untuk melakukannya, akan tetapi saya ingat betul ketika Firman berkata ” Udah Dok jangan banyak mikir, suntik aja. Pokoknya saya mau main…!!!”. Saat itu, secara otomatis dia mempertaruhkan karir sepakbolanya nya untuk merah-putih (Salut)..

19. Ahmad Bustomi: Pemain yg tidak mempunyai kelebihan, akan tetapi juga tidak mempunyai kelemahan. Ketika melihat dia bermain, saya seperti melihat seorang Ponaryo Astaman akan tetapi dengan ukuran tubuh yg sedikit lebih kecil. Salah satu pilar penting dalam timnas Indonesia..

20. Bambang Pamungkas: Anda sekalian mempunyai 140 karakter untuk mendiskripsikan pemain ini melalui twitter di akun @bepe20. Bebas tanpa syarat dan ketentuan hehehe.. Monggo..

21. Arif Suyono: Paling lucu diantara pemain yg lain, guyonan-guyonan nya ringan tetapi sangat mengena. Pemain yg selalu mampu melakukan tugasnya dengan baik, ketika pelatih membutuhkan tenaganya di pertengahan pertandingan..

22. Eka Rhamdani: Sejak Piala Asia 2007, saya sudah jatuh cinta dengan cara Eka bermain di lapangan tengah. Sangat bertenaga, memiliki kekuatan yg sama di kedua kakinya dan juga memiliki umpan serta tendangan yg cukup akurat. Setiap Persija Jakarta bertemu Persib Bandung, dia adalah pemain yg paling saya khawatirkan..

23. Johan Juansyah: Tidak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemapuannya di piala AFF. Akan tetapi dari latihan sehari-hari, saya dapat melihat bahwa pemain ini mempunyai potensi yg luar biasa. Persijap Jepara sangat beruntung memiliki Johan..

24. Irfan Bachdim: Tidak dapat dipungkiri jika pemain ini memberi dampak yg luar biasa dalam tim ini, euforia masyarakat yg luar biasa juga sedikit banyak karena adanya seorang Irfan Bachdim. Saat kandas di final dia menangis tersedu-sedu di pundak saya, itu cukup membuktikan jika Irfan sudah sangat Indonesia. Semoga sukses untuk karir dia ke depan..

25. Christian Gonzales: Dua kata untuk pemain ini, Luar Biasa….!!!

26. Yongki Ariwibowo: Sebelum bermain melawan melawan Philiphine di semifinal ke dua, dia sempat minta saran kepada saya. Saat itu saya berkata “Anggaplah saat ini kamu bermain untuk Persik Kediri atau Arema Indonesia, bermain lepas dan jangan takut salah”. Saat itu, saya juga berpesan kepada para pemain senior seperti Maman, Firman, Markus dan Hamka untuk menjaga dan memandu Yongki di lapangan. Dan menurut saya dia sukses melewati partai itu dengan sangat baik..
Selesai..

sumber:  bambangpamungkas20


Headline
Foto: Istimewa
Oleh: Subchan Zurya Mawla
Bola - Selasa, 4 Januari 2011 | 21:42 WIB

INILAH.COM, Jakarta- Dua hari menjelang seleksi tim U-23, Badan Tim Nasional (BTN) PSSI telah memanggil 84 pemain untuk mengikuti seleksi yang akan berlangsung di Jakarta.
Mulai tanggal 6 Januari mendatang asosiasi sepakbola Indonesia (PSSI) akan mulai melakukan kegiatan seleksi pemain untuk dipersiapkan menghadapi Pra Olimpiade 2012 dan Sea Games 2011 yang akan berlangsung pada bulan Juni mendatang.
Sebagaimana tertera dalam situs resmi PSSI, sedianya pemanggilan terhadap ke-84 peserta seleksi timnas U-23 akan dibagi dalam tiga gelombang.
Sebanyak 33 pemain akan dipanggil dalam seleksi pertama pada hari Kamis (6/1/2011). Selanjutnya, 27 pemain menyusul untuk tahap seleksi kedua pada tanggal 10 Januari. Sedangkan untuk gelombang terakhir PSSI akan memanggil 24 pemain pada tanggal 14 Januari mendatang.
Berikut adalah daftar lengkap pemain yang akan ikut seleksi
DAFTAR NAMA PEMAIN SELEKSI PERTAMA, 6 Januari 2011

1. Choirun Nasrin (Persela Lamongan)
2. Arditani Ardhiyasa (Persija Jakarta)
3. Seftia Hadi (PSPS Pekanbaru)
4. Andri Ibo (Persidafon)
5. Safri Umri (Persiraja Aceh)
6. Abdul Hamid Mony (Persiba Balikpapan)
7. Wirya Kusmandra (Persija)
8. Hendro Siswanto (Persela Lamongan)
9. Johan Manadji (Persiba Bantul)
10. Lifki Suteja (Persija)
11. Nasution Karubaba (Perseman Manokwari)
12. Ramdani Lestaluhu (Persija Jakarta)
13. Sigit Hermawan (Persija Jakarta)
14. Fred Ferdinando Mote (Persiwa)
15. Athur Itawan (Preston North End)
16. Fahrizal Dila (Persiraja Aceh)
17. Aris Alfiansyah (Persela)
18. Harmoko (Persekam Metro)
19. Zisva Siswanto Marco (Perseman Manokwari)
20. Alan Athur Arrongear (Persiwa)
21. Lucky Wahyu P (Persebaya)
22. Andik Firmansyah (Persebaya)
23. Novan Setyo Songko (Persibo Bojonegoro)
24. Fandy Edy (Psm Makassar)
25. Dajusman Trisadi (PSM Makassar)
26. Rachmat (PSM Makassar)
27. Kim Kurniawan (Persema Malang)
28. Reza Mustofa Ardiansya (Persema Malang)
29. Joko Ribowo (Persema Malang)
30. Irfan Bachdim * (Persema Malang)
31. Kurnia Mega * (Arema Indonesia)
32. Yongky Aribowo * (Arema Indonesia)
33. Okto Maniani * (Sriwijaya FC)

Ket * : Pemain langsung mengikuti TC tanpa mengikuti seleksi

DAFTAR NAMA PEMAIN SELEKSI KEDUA, 10 Januari 2011

1 Aji Saka (Arema Indonesia)
2 Johan Angga Kusuma (Persijap Jepara)
3 Mohamad Ridwan (Persita Tangerang)
4 Cecep Supandi (Saint Prima Bandung)
5 Gunawan Dwi Cahayo (Sriwijaya FC)
6 Rachmat Latif (Sriwijaya FC)
7 Barkah Crustianto (Persijap Jepara)
8 Marco M.Kabiay (Persipura)
9 Achmat Farisi (Arema Indonesia)
10 Rendi Saputra (Ex.Persib)
11 Burhanudin Nihe (Persigo Gorontalo)
12 Risman Maidulla (Pro Titan)
13 Jacky Arisani (Sriwijaya FC)
14 Munadi (Persib Bandung)
15 Engelberth Sani (Pelita Jaya)
16 Ferdi Mofu (Semen Padang)
17 Dendi Santoso (Arema Indonesia)
18 David Lali (Persipura)
19 Joko Sasongko (Pelita Jaya)
20 Egi Megiansyah (Pelita Jaya)
21 Yoga Eka Firmansyah (Bontang FC)
22 Johann Yoga (Persib Bandung)
23 Risky Novriansyah (Persijap Jepara)
24 Sunarto (Arema Indonesia)
25 Lukas Wellem Manowen (Persipura)
26 Titus Bonai (Persipura)
27 Rishadi Fauzi (Persita Tangerang)

DAFTAR NAMA PEMAIN SELEKSI KETIGA, 14 Januari 2011

1 Ali Barkah (Pelita Jaya)
2 Dicky Jamalis (Semen Padang)
3 Rifki Deython Mokodompit (Persita Tangerang)
4 Abdul Rachman (Pelita Jaya)
5 Joko Sidik Fitra Yono (Bontang FC)
6 Marcelino A. Mandagi (Bontang FC)
7 Irfan Raditya (Arema Indonesia)
8 A.A. Wahyu Trisayaya (Persija Jakarta)
9 Windu Hangoro Putra (PSPS Pekanbaru)
10 Herry Susilo (PSIS Semarang)
11 Rama Pratama (Pro Titan)
12 Zainal Abidin (Persela Lamongan)
13 Hasim Kipau (Persija Jakarta)
14 M. Fauzan Djamal (Semen Padang)
15 Iman Suprapto (Sriwijaya FC)
16 Elvis Nelson Anes (Persija Jakarta)
17 Mahadirga Lasut (Sriwijaya FC)
18 Immanuel Wanggai (Persipura Jayapura)
19 Zulham Zumrud (Persela Lamongan)
20 Stevie Bonsapia (Persipura Jayapura)
21 Jajang Mulyana (Pelita Jaya)
22 Ferdinand Sinaga (Persiwa Wamena)
23 Gerry Setia Nugraha (Pelita Jaya)
24 Johann Juanshyah * (Persijap Jepara)

sumber: inilah.com

Minggu, 2 Januari 2011, 08:57 WIB
Irvan Beka
Oktovianus Maniani (ANTARA/Andika Wahyu)
VIVAnews - Sebagai benua terbesar yang punya jumlah penduduk paling banyak pula, Asia tentu menyimpan bakat-bakat sepakbola yang hebat. ESPNsoccernet mencoba untuk memprediksi siapa saja yang bisa bersinar atau setidaknya cukup bagus untuk main di Liga Eropa. Ada satu orang Indonesia di dalam daftar.

Deng Zhuoxiang (Shandon/China)
Midfielder ini tampil luar biasa di Piala Asia Timur tahun lalu. Termasuk
saat ia mencetak gol ke gawang Korea Selatan yang menghadirkan kemenangan pertama bagi China atas Taeguk Warrior. Klub-klub di Korea dan Jepang mencoba untuk menariknya tapi tak sanggup dengan harganya. Mungkin sudah saatnya untuk klub Eropa 'ikut campur.'

Ismail Matar (Al Wahda/UEA)
Pemain ini adalah harapan dari kawasan teluk. Ia adalah pemenang bola emas di World Youth Championship tahun 2003. Sebenarnya ia sangat pantas main di Eropa. Namun klubnya yang kaya mampu menahannya untuk tidak pergi ke mana-mana. Ia kemudian juga menjadi bintang di Piala Teluk 2007 sekaligus membantu UAE untuk menjadi juara pertama kalinya. Berkat jasanya itu ia mendapat hadiah dua ekor unta. Ismail Matar pantas mendapat alat transportasi yang lebih bagus dari unta!

Koo Ja Cheol (Jeju United/Korea Selatan)
Ia sempat dihubungkan dengan Blackburn Rovers awal tahun ini. Klub Swiss Young Boys of Berne juga tertarik padanya namun tak sanggup membayar. Anehnya Koo bukanlah pilihan reguler di timnas Korsel walau ia terpilih menjadi pemian tengah terbaik K-League musim lalu. Mampu mengamankan bola dan siap melepaskan umpan kapan saja. Eksekusi bola matinya juga mantap. Banyak yang percara kepindahannya ke Eropa hanya masalah waktu.

Kawin Thamsatchanan (Muang Thong United/Thailand)
Asia Tenggara tak punya sejarah kuat memiliki kiper yang kuat. Namun
pemain berusia 19 tahun ini memperlihatkan kalau ia bisa memenuhi
kulaifikasi untuk menjadi kiper hebat. Absennya ia di Piala AFF sangat
disayangkan oleh fans Thailand. Seorang pemandu bakat Inggris telah
merekomendasikannya pada Manchester United. Menarik untuk ditunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Yasser Al Qahtani (Al Hilal/Arab Saudi)
Ia layak menjadi bintang yang paling terang di kawasan teluk.'The Sniper' tak pernah mencoba peruntungannya di Eropa. Jika ia mampu mengasah mentalnya untuk siap main di level tertinggi, karirnya akan melesat. Walau usianya sudah 28 tahun, ia masih gesit dan bagus dalam duel udara.

Oktovianus Maniani (Sriwijaya/Indonesia)
Sayap mungil Sriwijaya ini mencuri perhatian saat tampil di Piala AFF
2010. Ia berjasa besar membawa Indonesia lolos ke partai final. Ia sangat cepat dan usianya baru 20 tahun. Octo disebut sebagai 'Ryan Giggs-nya Indonesia' diharapkan bisa terus konsisten dan mampu mengasah umpan silangnya.

Karim Ansarifard (Saipa/Iran)
Karim adalah penerus kejayaan Ali Daei sebagai nyawa timnas Iran. Dan
sang lengenda sendirilah yang memberikan kesempatan bagi Karim untuk menjadi pilihan utama di Saipa di tahun 2007. Dua tahun kemudian ia sudah main untuk timnas. Borussia Dortmund sudah menyatakan ketertarikannya namun belum ada yang pasti.

Jungo Fujimoto (Shimizu S-Pulse/Jepang)
Sang playmaker sedang dikejar-kejar Nagoya Grampuss. Namun pemain berusai
26 tahun ini tak mau tanggung-tanggung. Rookie of the year J-League tahun
2006 ini ingin menjelajah Eropa.

Alexander Geynrikh (Pahktakor/Uzbekistan)
Ia adalah mesin gol di kawasan Asia Tengah. Kepalanya terkenal sering
menghadirkan kekacauan di kotak penalti lawan. Dua tim di Moscow, Torpedo dan CSKA, tertarik untuk memiliki Geynrikh. Kini ia siap main di Eropa atau setidaknya di Rusia.

Firas Al-Khatib (Al Qadsia/Suriah)
Suriah bukanlah negara elit untuk urusan sepakbola. Namun Al-Khatib
pantas untuk muncul ke permukaan. Kini ia main untuk salah satu klub
terbesar teluk, Al Qadsia Kuwait. Ia sangat jeli mencari posisi dan
diramalkan akan menjadi salah satu bintang di benua Asia.
• VIVAnews



Foto: Dok.JPPhoto
CIREBON - Sabtu (1/1) kemarin, bertepatan dengan hari pertama tahun 2011, Cirebon kedatangan tamu istimewa. Kapten Timnas Indonesia, Firman Utina akhirnya berkunjung ke Cirebon. Dia lebih memilih ke Cirebon dibandingkan memenuhi undangan Gubernur Sumatera Selatan di hari yang sama. Masa liburan setelah tim Merah Putih -sebutan Timnas Indonesia- menjadi runner up Piala Suzuki AFF tahun 2010 dimanfaatkan play maker ini untuk bersilaturahmi dengan klub binaannya, Bina Putra FC Kabupaten Cirebon.

Pemain yang dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) Piala Suzuki AFF tahun 2010 tiba di Cirebon sekitar pukul 12.00. Melangsungkan makan siang di kediaman manajer Bina Putra FC, Subagja SSos, memberikan motivasi kepada para pemain Bina Putra FC saat latihan di Stadion Utama Bima Kota Cirebon, berkunjung ke rumah dinas Bupati Cirebon Drs Dedi Supardi MM, dan kemudian mengikuti talkshow di Radar Cirebon Televisi (RCTV) secara live malam harinya.

Saat memberikan motivasi kepada para pemain Bina Putra FC di Stadion Utama Bima Kota Cirebon, ternyata Firman Utina tidak sendirian. Dia didampingi juga mantan pemain Persema Manado, Persikota Tangerang, dan terakhir PSM Makasar, Edi Musriza. Hadir juga beberapa tokoh sepakbola, manajer Bina Putra FC Subagja SSos, perwakilan bupati Cirebon oleh Kadisnakertrans Kabupaten Cirebon Erus Rusmana, serta Redpel Radar Cirebon Iing Casdirin. Tidak heran, dalam kesempatan tersebut masyarakat Cirebon langsung berbondong-bondong ingin foto bersama, tandatangan, dan bersalaman dengan pemain Sriwijaya FC tersebut.

Kepada Radar Cirebon (grup JPNN), Firman mengakui kalau Cirebon sudah tidak asing lagi baginya. Sebab, kata pemain spesialis umpan ini, dirinya sudah beberapa kali mengunjungi Cirebon. Tujuan kedatangannya adalah memberikan arahan kepada para pemain di Bina Putra FC. "Yang saya berikan (motivasi, red) tidak akan pernah putus kepada para pemain Bina Putra FC di Cirebon. Saya sering ke Cirebon dan menjadi rumah kedua saya. Untuk kunjungan kali ini lebih istimewa karena saya meraih MVP di Piala Suzuki AFF 2010 sekaligus mengantarkan Timnas Indonesia menjadi runner up," tuturnya.

Ketika ditanya kegagalannya mengeksekusi tendangan penalti di laga final Piala Suziki AFF tahun 2010 ke gawang Malaysia, Firman mengatakan bahwa dirinya hanya mengikuti instruksi pelatih. Dia pun menyatakan bahwa sebelum eksekusi sudah ditanyakan kepada dua striker naturalisasi yakni Christian Gonzales dan Irfan Bachdim.

Namun, mereka semua enggan melakukan tendangan. "Kalau ada Bambang Pamungkas, saya tentu serahkan ke dia, karena dia yang paling siap. Saya ingat saat melakukan tendangan yakni saya bermain untuk diri saya, keluarga, masyarakat Indonesia, bangsa, dan negara. Saya hanya menjalankan tugas sebaik-baiknya. Tekanan juga sempat saya rasakan karena harus memenangkan pertandingan di babak final," lanjutnya.

Pemain berumur 29 tahun ini mengaku kecewa karena di Piala Suzuki AFF tidak meraih gelar juara. "Kita menang 6 pertandingan sejak penyisihan. Tapi kalah saat final. Sungguh mengecewakan," ungkapnya.

Meski belum bisa meraih trofi Piala Suzuki AFF tahun 2010, Firman berharap, potensi pemain di Cirebon mampu meregenerasi pemain Timnas Indonesia di masa mendatang. "The next, kita harus bisa mengangkat trofi itu (AFF). Pemain muda harus dibina agar terbentuk Firman Utina yang lain, dan tercipta Bambang Pamungkas berikutnya," kata dia.

Lebih jauh mantan pemain Persija Jakarta tersebut berpesan kepada para pemain di Cirebon untuk memberikan kontribusi dengan cara kerja keras saat ini, latihan sesuai jadwal klub, serta tidak hilang menggelar kompetisi. "Cirebon belum bisa memberikan sumbangsih di level tertinggi negeri ini. Semoga saja, kedatangan saya ke Cirebon bisa memacu mereka (pemain muda). Lambat-laun, muncul dengan sendirinya walaupun kultur daerah sangat berpengaruh. Tergangtung pemain itu sendiri. Kalau ingin maju, harus kerja keras," ungkapnya.

Firman juga mengakui kalau peran pemain naturalisasi sangat berpengaruh terhadap pemain lokal. "Termasuk saya. Ada perbedaan bermain dengan pemain naturalisasi yakni Christian Gonzales dan Irfan Bachdim," ujarnya.

"Satu lagi, peran pemerintah dan masyarakat akan berpengaruh terhadap kinerja sebuah tim. Jadi, keduanya harus bersinergis jika ingin maju," pungkasnya. Manajer Bina Putra FC, Subagja SSos berharap, para pemain lebih bersatu dalam hal kerjakeras dan kekompakkan dari kunjungan Firman Utina. "Pemain Cirebon ke depan mudah-mudahan ada yang masuk ke jajaran Timnas Indonesia di masa depan. Gambaran dan cerita dari Firman semoga bisa menjadi manfaat bagi pemain kami," tuturnya.

Saat talkshow live di RCTV semalam, Firman dan rombongan ternyata sudah ditunggu penggemar di Cirebon. Firman langsung menuju ruang redaksi Radar Cirebon dan selanjutnya ke Studio 1 RCTV. Firman menceritakan kalau dirinya saat berusia 15 tahun bekerja keras antara bekerja dengan bermain sepakbola.

"Saat itu saya suka mencuci mobil dan sore hari bermain sepakbola. Lalu Pak Subagja merekrut saya bermain di Persma Manado junior. Hingga akhirnya, saya bisa seperti sekarang," ujar Firman saat talkshow. Tak hanya menceritakan kisah dirinya, Firman juga merasa nyaman ketika berkunjung ke Cirebon. Sebab, keluarga dari istrinya ada di Cirebon. (mid)
 
sumber: JPNN

Jum'at, 31 Desember 2010, 23:43 WIB
Edwan Ruriansyah
Timnas Indonesia berlatih (ANTARA/Andika Wahyu)
VIVAnews - Kegagalan Indonesia merebut Piala AFF 2010 telah dilupakan. Timnas kini mulai konsentrasi ke agenda berikutnya, membidik Pra Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011.

Jika Timnas Senior mewakili Indonesia di Piala AFF, maka kini giliran Timnas U-23 tampil di Pra Olimpiade dan SEA Games. Pelatihnya masih sama, Alfred Riedl.

Pelatih asal Austria ini memang dikontrak selama 2 tahun untuk menukangi Timnas Senior dan Junior. Riedl sukses memenuhi target lolos ke final Piala AFF. Dan kini tantangan dan target terbesarnya  membawa Indonesia meraih medali emas alias menjadi juara SEA Games.

Kali ini, Riedl diharapkan bisa mempersiapkan tim lebih matang. Beda dengan Timnas Senior ke Piala AFF yang terhitung hanya sekitar 4 bulan.

Persiapan Tim U-23 dimulai sejak Januari. Karena Indonesia akan tampil di Pra Olimpiade 2012. Sedangkan SEA Games akan digelar di Jakarta dan Palembang, 11-23 November 2010.

Riedl dan tim pelatih akan menggelar seleksi tahap I pada 7-9 Januari 2011. Pemain dijadwalkan sudah datang ke pemusatan latihan pada 5 Januari 2011.

"Untuk tahap ini, dipanggil 75 pemain," kata Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Iman Arif.

Untuk seleksi tahap ini, salah satu nama yang dipanggil yakni Kim Jeffrey Kurniawan. Pemain blasteran Indonesia-Jerman ini telah berstatus WNI sejak 6 Desember 2010.

Berikutnya, seleksi Tahap II akan digelar pada 11-13 Januari 2011. Untuk tahap ini, pemain timnas diciutkan menjadi 23.

Dari deretan pemain Timnas Senior, Irfan Bachdim, Oktovianus Maniani, Yongki Ari Bowo, Johan Juansyah dan kiper Kurnia Meiga mendapatkan dispensasi tak harus ikut seleksi. Kualitas mereka dianggap sudah teruji.

Alhasil, seleksi tahap II akan diikuti 26 pemain. Mereka akan menjalani pemusatan latihan mulai 26 Januari 2011.

Setelah sekitar sebulan, Garuda Muda ini akan menjalani laga Pra Olimpiade melawan Turkmenistan, 23 Februari 2011. Laga-laga Pra Olimpiade melawan tim-tim Asia ini bisa menjadi sparring bagus bagi Timnas.
Beda dengan jelang Piala AFF. Praktis, Indonesia hanya melakoni ujicoba melawan Uruguay, Maladewa, Timor Leste dan Taiwan. Dan hanya Uruguay lawan tangguh Indonesia.

Beda dengan Malaysia yang timnya sudah terbentuk sejak 2008. Pelatih Rajagobal Khrisnasamy juga menjadi arsitek Malaysia kala menjadi juara SEA Games 2009.

SEA Games

Para pemain terbaik yang menunjukkan kualitasnya di Pra Olimpiade akan menjadi kerangka tim SEA Games. Seleksi Tim SEA Games baru dimulai pada 15 Maret 2011.

April 2011, para pemain yang terpilih akan menjalani pemusatan latihan di Austria. Di Negeri Riedl ini, Garuda Muda akan digembleng selama April-Mei 2011.

Riedl dan asistennya Wolfgang Pikal bisa menggunakan 'Koneksi Austria.' Terutama untuk mencari lawan latih tanding berkualitas.

Saat pulang ke Tanah Air, mereka sudah siap secara teknis dan mental menghadapi semua lawan. Tentu, beberapa agenda ujicoba telah disusun PSSI untuk menguji kemampuan mereka. salah satunya yakni Turnamen U-23 ASEAN.

"Kami akan mengusahakan agar event ini bisa digelar di Indonesia," kata Sekjen PSSI, Nugraha Besoes.

PSSI tampaknya akan memanfaatkan euforia suporter Indonesia selama pagelaran Piala AFF 2010. Apalagi, laga-laga Timnas selama ini memang menjadi hiburan bagi Bangsa Indonesia.

Pada Agustus-Oktober 2011, Timnas Indonesia tinggal menyempurnakan persiapan. Mereka akan menjalani serangkaian ujicoba. Pasukan Garuda diharapkan siap luar dalam di SEA Games 2011.

Medali emas SEA Games 2011 tak bisa ditawar lagi, karena pesta olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara ini akan digelar di Tanah Air. Kontingen Indonesia juga sudah menargetkan untuk menjadi juara dengan meraih medali terbanyak di SEA Games.

Biasanya, medali emas sepakbola memang menjadi pelengkap juara SEA Games. Juara SEA Games tanpa meraih medali emas sepakbola ibarat sayur tanpa garam.

Terancam Tanpa Irfan Bachdim

Deputi Bidang Teknik Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, menegaskan pelatih Alfred Riedl siap menjalani seleksi timnas Indonesia U-23 Pra Olimpiade tanpa kehadiran Irfan Bachdim.

Irfan sebelumnya menjadi salah satu dari lima pemain timnas Indonesia senior yang sudah dipastikan masuk seleksi timnas U-23 jelang Pra Olimpiade melawan Turkmenistan. Pemain lainnya adalah Oktovianus Maniani, Yongki Ari Bowo, kiper Kurnia Meiga dan Johan Juansyah.

Namun, Irfan terancam tidak bisa ikut seleksi tersebut jika membela klubnya, Persema Malang di Liga Primer Indonesia (LPI). PSSI mengancam akan mencoret pemain dari timnas Indonesia jika bermain di LPI.

Namun, Iman Arif menegaskan ketidakhadiran Irfan dalam seleksi yang rencananya akan dilakukan mulai 7 Januari 2011 ini dianggap bukan suatu masalah oleh Riedl.

"Riedl pada dasarnya mengikuti peraturan yang ada, sesuai PSSI atau FIFA. Jadi, tidak ada masalah (Irfan tak ikut seleksi)," ujar Iman saat dihubungi VIVAnews, Jumat 31 Desember 2010.

Selain Irfan, Kim Jeffrey Kurniawan juga terancam tidak bisa mengikuti seleksi jika tampil bersama Persema di LPI. Padahal, membela timnas Indonesia adalah impian pemain yang baru dinaturalisasi PSSI pada 6 Desember 2010 lalu itu.

Irfan dan Kim diberi waktu sebelum 6 Januari 2011 untuk memutuskan masa depannya.
• VIVAnews

Minggu, 2 Januari 2011, 15:16 WIB
Edwan Ruriansyah, Marco Tampubolon
Irfan Bachdim (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews - Persema Malang segera memutuskan nasib striker Irfan Bachdim. Pemain keturunan Belanda-Indonesia itu terancam terbuang dari Timnas karena Persema menyeberang ke Liga Primer Indonesia (LPI).

Keputusan Persema tampil di LPI membuat nasib Bachdim terkatung-katung. Pasalnya, PSSI telah mengeluarkan ultimatum akan melarang para pemain yang berlaga di liga tandingan Liga Super Indonesia (ISL) tersebut untuk
membela timnas.

Manajemen Persema sendiri enggan melepas Bachdim. Manajer Laskar Ken Arok, Asmuri mengatakan kalau Bachdim akan terkena penalti membayar nilai kontrak sebesar dua kali lipat bila memutus kontrak di tengah jalan.

Pelatih Persema, Timo Scheunemann membantah adanya klausul tersebut. Namun, pelatih asal Jerman itu enggan membeberkan kelanjutan sikap dari manajemen Persema terhadap posisi Irfan.

"Memang banyak rumor yang beredar soal nasib Bachdim di Persema. Kita tunggu saja, dalam satu dua hari ini akan ada keputusan soal Irfan," kata Timo saat dihubungi VIVAnews, Minggu 2 Januari 2010.

Selain Bachdim, pemain Persema lainnya, Kim Jeffrey Kurniawan juga bernasib sama. Pemain yang baru dinaturalisasi oleh PSSI tersebut terancam tak bisa ikut seleksi memperkuat timnas U-23.

"Irfan dan Kim sudah tahu apa yang terbaik bagi mereka. Jadi seharusnya PSSI tidak perlu mengancam mereka. Yang penting kan penampilan mereka di lapangan," kata Timo.
• VIVAnews

  Sabtu, 01 Januari 2011 | 21:55 WIB

foto
Irfan Bachdim .TEMPO/Aditia Noviansyah
  TEMPO Interaktif, Jakarta -Asisten pelatih tim sepakbola nasional Indonesia Wolfgang Pikal menyatakan mau tidak mau Irfan Bachdim harus pindah dari Persema Malang jika ingin bertahan dalam skuad. "Kami mengikuti peraturan yang dikeluarkan oleh PSSI, karena kami memang bekerja untuk PSSI," katanya ketika dihubungi Sabtu (1/11).

Menurut Wolfgang, akan sangat disayangkan jika Irfan harus keluar dari timnas. "Dia merupakan pemain yang menjanjikan, sayang jika dia harus keluar dari timnas," katanya. Dalam penilaiannya, Irfan tidak akan menemukan kendala berarti jika ingin memutuskan kontrak dengan Persema Malang. "Dalam kontrak biasanya disebutkan bahwa pemain akan berlaga pada ISL (Liga Super Indonesia). Jadi jika kemudian ada perubahan karena Persema keluar, tentu ada perubahan juga dalam kontrak, tidak akan sulit untuk keluar dari klub itu," lanjutnya.

Lebih lanjut Wolfgang menjelaskan bahwa pihaknya telah berencana untuk memasukkan Irfan dalam persiapan SEA Games yang akan berlangsung pada November 2011 nanti. "Persiapannya akan dimulai sejak bulan Maret," katanya. Irfan tidak akan digabungkan dalam persiapan untuk menghadapi laga Pra-Olimpiade yang akan berlangsung pada bulan Februari. "Karena nanti (pada saat Olimpiade) umurnya akan melampaui batas," katanya.

Sementara itu, Wolfgang menyatakan proses seleksi timnas U-23 yang dipersiapkan untuk pra-olimpiade bakal berlangsung pada 7-12 Januari nanti. Kemungkinan besar rekan satu klub Irfan Bachdim yang baru saja dinaturalisai, Kim Jeffrey Kurniawan, bakal turut serta dalam proses seleksi itu. Namun, keadaan yang sama harus juga berlaku pada pemuda berdarah campuran Indonesia-Jerman itu. Jika ingin bergabung dengan timnas U-23, Kim harus mau melepas kontraknya dengan Persema Malang terlebih dahulu.

Sebelumnya, PSSI telah menegaskan bahwa seluruh pemain dari klub yang tidak berlaga di liga yang tidak diakui PSSI tidak diperkenankan untuk ikut serta dalam timnas. Persema Malang, klub tempat Irfan dan Kim bernaung saat ini telah memutuskan untuk pindah ke Liga Primer Indonesia atau LPI. Liga yang menurut rencana bakal dimulai pada 8 Januari nanti dianggap menjadi liga yang tidak diakui oleh PSSI. EZTHER LASTANIA

sumber: tempo

Arpan Rachman - Okezone

Foto: Andi Darussalam Tabusala/Arpan Rachman (okezone)
MAKASSAR – Bukan lantaran rumornya terjadi konflik kontra pelatih Alfred Riedl, Andi Darussalam Tabusalla mengaku tugasnya sudah cukup menjadi manajer tim nasional Indonesia.

“Saatnya giliran anak-anak muda yang jadi manajer timnas, terutama untuk timnas U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games Palembang 2011 mendatang,” kata Darussalam menjawab okezone, Jumat (31/12/2010) sore.

Dijumpai sedang minum kopi bersama mantan bintang PSM Makassar di era 80’an Syamsuddin Umar di tempat langganan nongkrongnya kaum jurnalis di Warkop Daeng Anas, Jalan Pelita Raya, Makassar, Andi Darussalam yang baru saja mengemban tugas sebagai manajer timnas AFF Suzuki Cup 2010 tampak santai.

“Alhamdulillah, saya sudah selesai mengantarkan timnas Indonesia bertanding di AFF Suzuki Cup 2010, mengenai hasilnya, silakan Anda nilai sendiri,” tukas Andi, yang mengaku kini dapat kembali terfokus bekerja rutin menjadi Direktur Badan Liga Indonesia (BLI).
(wei)

sumber: okezone.com

Jumat, 31 Desember 2010 | 11:15 WIB
JAKARTA- Dari skuad Timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2010, dipastikan lima pemain dipertahankan untuk persiapan SEA Games 2011. Mereka adalah Johan Juansyah, Yongki Aribowo, Oktavianus Maniani, Irfan Bachdim dan Kurnia Meiga.

Satu lagi yang pasti ikut bergabung dengan melalui seleksi adalah Kim Jeffrey Kurniawan. Pemain blasteran Jerman-Indonesia yang baru mendapatkan kerwarnegaraan melalui naturalisasi. Bersama pemain seleksi lainnya, mereka akan memulai pelatnasnya pada 7 Januari di lapangan latihan PSSI di kawasaan Gelora Bung Karno Jakarta.

Demikian diungkapkan Nugraga Besoes, Sekjen PSSI. Ditambahkan, setelah timnas AFF 2010 kini giluran timnas U-23 dipersiapkan untuk mengikuti dua kompetisi sepanjang tahun 2011. Pada pertengahan Februari nanti, timnas U-23 akan berlaga di pra-kualifikasi Olimpiade 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Lalu akhir tahun, tim besutan Alfred Riedl itu akan tampil di SEA Games 2011 yang berlangsung di Pelembang dan Jakarta.
Lebih lanjut, Besoes mengungkapkan, Riedl sudah membuat rancangan program pelatihan sekaligus uji coba untuk timnas U-23. Salah satu program uji coba adalah turnamen U-23 ASEAN yang akan diselenggarakan bulan Juni di Jakarta. “Kami sedang merancang adanya sejumlah turnamen internasional di Jakarta, baik yang nantinya melibatkan tim SEA Games atau timnas senior,” ujarnya, Jumat (31/12) pagi tadi.

Sementara itu, para pemain timnas menilai keputusan PSSI mempertahankan pelatih Alfred Riedl adalah tepat, untuk memoles timnas junior (U-23) proyeksi SEA Games. Karena selama ini kepelatihan Riedl dirasa mampu menciptakan atmosfer bagus di timnas.
"Gaya melatih Riedl sangat bagus. Ia disiplin banget sehingga membuat anak-anak lebih baik," kata Yongki Ari Bowo, striker muda Indonesia yang sempat dua kali menjadi starter di Piala AFF 2010, dan diproyeksikan juga untuk ajang pesta Negara-negara kawasan Asia Tenggara itu.
"Kami semua pemain sudah sangat menyatu. Mudah-mudahan ke depannya tim ini menjadi semakin baik lagi," lanjutnya.

Hal ini diakui juga oleh bek kiri Tim Merah Putih, Muhamad Nasuha. Pencetak gol pertama Indonesia di final 2 ini juga mengakui kemampuan Riedl menciptakan suasana tim yang bagus.
"Kebersamaan pemain sangat bagus. Suasana tim pun sangat harmonis," ucap Nasuha beberapa waktu lalu. 

Nasuha maupun Yongki sependapat, meski gagal mengantarkan Indonesia menjadi juara Piala AFF 2010, pelatih asal Austria itu masih layak meneruskan kerjanya di timnas yang dalam waktu dekat harus mempersiapkan diri untuk SEA Games. “Secara pribadi, saya menilai Riedl patut dipertahankan. Untuk formasi pemain, semua terserah pelatih," lanjut Yongki.

Riedl sendiri dikontrak PSSI selama 2 tahun. Seusai gagal mengantarkan Indonesia menjadi juara Piala AFF 2010, sempat muncul rumor dia akan dipecat. Padahal, Riedl sejatinya sudah memenuhi targetnya untuk Piala AFF, yaknu membawa Indonesia ke final. Sedangkan target puncaknya adalah meraih medali emas SEA Games 2011.

Sementara itu, kapten timnas Firman Utina berharap juniornya bisa tampil lebih baik untuk berpretasi. “Para pemain tidak boleh berlarut-larut dalam kekecewaan sebab SEA Games 2011 sudah di depan mata. Kami yakin teman-teman yang masih mendapat kesempatan membela timnas akan bermain lebih bagus lagi,” ujarnya, Jumat (31/12) pagi tadi.

Firman Utina sendiri dipastikan tak bisa memperkuat tim "Garuda" untuk ajang SEA Games. Mengingat usianya sudah menginjak 29 tahun, sementara regulasinya hanya timnas U-23 yang tampil SEA Games berlangsung pada Nopember 2011 di Palembang dan Jakarta.  

“Kesempatan terakhir saya di SEA Games sudah habis. Saya sangat berharap kepada rekan-rekan, adik-adik saya di timnas," tutur skipper Indonesia yang bermain untuk Sriwijaya FC itu.
"Berjuanglah kalian, jangan patah arang. Bangkitlah kalau bukan kalian siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?," ins,m3

Rabu, 29 Desember 2010, 16:01 WIB

  
Rio Ferdinand Minta Indonesia Bawa Pulang Piala AFF!
Rio Ferdinand
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Perjuangan Tim Nasional Indonesia mendapat dukungan dari bintang-bintang Liga Inggris. Bek Manchester United, Rio Ferdinand, dan sayap Liverpool, Ryan Babel, menyapa Timnas Indonesia dan pendukungnya via laman jejaring sosial Twitter.

Bek andalan MU, Rio Ferdinand, mengatakan ia dua hari terakhir absen nge-twit, dan ketika ia membuka akun Twitternya, ternyata banyak fans Ferdinand dari Indonesia yang mengingatkan kalau hari ini Indonesia akan bermain lawan Malaysia.

"Straight back on to twitter and the indonesian tweeps have notified me of there cup final game tonight!!," kata Rio.

Ia lalu mengatakan, "Good luck + win that trophy!" kata pada Indonesia.

Bukan kali ini saja kedua pemain memberi dukungan pada Indonesia di ajang Piala AFF 2010. Pada babak semi final dan babak grup Piala AFF, keduanya pun berkicau mendukung Indonesia.  Bagaimana dengan Malaysia? Adakah pemain dunia yang mendukung mereka?

sumber: republik


Minggu, 26 Desember 2010 , 06:20:00
]


KETURUNAN - Pemain timnas Malaysia, Mahalli bin Jazuli, saat sesi uji coba lapangan di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu (25/12). Foto: Hendra Eka/Jawa Pos.
Tak banyak yang tahu jika dalam skuad timnas Malaysia yang akan dihadapi Indonesia di babak final Piala AFF 2010, ada salah seorang keturunan Indonesia. Siapa dia?

--------------------
Laporan M ALI MAHRUS, Kuala Lumpur
--------------------

KEMARIN pagi, sehari menjelang laga final Piala AFF 2010 leg pertama digelar, suasana di sekitar Stadion Bukit Jalil mulai dipadati oleh pendukung tuan rumah. Sebagian ingin membeli tiket pertandingan. Sebagian lagi ingin mencari pernak-pernik timnas yang sudah mulai dijual di pelataran stadion.

Banyaknya pendukung tuan rumah berada di seputar stadion, dimanfaatkan wartawan media ini untuk mencari-cari apakah ada informasi tentang pemain timnas Malaysia yang masih memiliki keturunan Indonesia, mengingat banyaknya warga Indonesia yang mencari nafkah di Malaysia. Sehari sebelumnya, media ini sudah mencoba mengorek masalah itu kepada beberapa sumber yang dekat dengan persepakbolaan Malaysia. Tapi mereka mengaku tidak tahu (atau pura-pura tidak tahu).

Tapi keberuntungan berpihak kepada media ini kemarin pagi. Saat menunggu timnas Indonesia yang melakoni latihan tertutup di depan pintu utama masuk stadion, tiba-tiba ada dua pria yang berusia sekitar 40 tahun mendekat dan menanyakan di mana letak loket penjualan tiket. Nah, begitu tahu yang diajak bicara adalah wartawan dari Indonesia, pria yang ternyata berasal dari Indonesia itu mengatakan jika dalam timnas Malaysia saat ini ada pemain keturunan Indonesia. Bahkan katanya, bapak-ibunya masih berpaspor Indonesia dan berasal dari Bawean. Yaitu gelandang Mahalli Bin Jazuli.

Untuk meyakinkan media ini, pria yang meminta namanya tidak dipublikasikan itu, bahkan langsung memberikan nomor handphone ayah Mahalli, Jazuli. Tak menunggu lama, media ini pun langsung memencet nomor HP yang diberikan oleh pria yang ketua salah satu paguyuban warga Indonesia di Malaysia itu. Beruntung, telepon langsung tersambung.

"Iya benar, Mahalli memang memilih kewarganegaraan Malaysia. Mahalli lahir dan besar di sini. Karena itulah dia memilih bermain untuk timnas Malaysia," kata Jazuli, ayah Mahalli. Sebelum memutuskan bergabung dengan timnas Malaysia, Jazuli mengaku keluarganya sudah mempertimbangkan matang-matang.

Jazuli mengungkapkan, Mahalli pada awalnya tetap (seorang) WNI. Namun karena kemampuan olah bolanya yang di atas rata-rata, dia akhirnya ditarik Malaysia. Banyak hal yang menjadi pertimbangan dia kemudian memakai paspor Malaysia.

Jazuli lantas memaparkan awal perubahan paspor Mahalli. Sebelum bergabung dengan Harimau Muda A, putra pertamanya itu katanya, sempat bergabung dengan salah satu SSB di Selangor selama tiga tahun. Karena potensi yang dimiliki, Raja Selangor akhirnya memberi rekomendasi agar Mahalli masuk tim Harimau B yang saat itu menjalani training camp di Bukit Jalil.

Menurut Jazuli pula, Malaysia berani menjamin masa depan anaknya tersebut. Jika kontraknya bersama Harimau A habis, Mahalli akan kembali berkostum Selangor. "Raja Selangor yang memberi rekomendasi untuk Mahalli. Karena itu, kami sama sekali tidak cemas dengan masa depannya. Saat ini dia mendapat beasiswa sampai universitas," beber pria yang mengaku tinggal di daerah Selayang, Kuala Lumpur tersebut.

Karena sang putra memperkuat timnas Malaysia, Jazuli mengaku dalam pertandingan nanti malam dirinya akan menjadi suporter Malaysia. "Kami jelas akan dukung Malaysia. Sebab Mahalli bermain di sana. Januari atau Februari 2011, kami rencananya akan kembali ke Pulau Bawean. Terakhir kali Mahalli kami ajak pulang ke sana saat usianya masih tiga tahun," katanya.

Tak hanya Mahalli, kepada media ini pula, Jazuli mengatakan jika di timnas Malaysia saat ini setidaknya ada tiga pemain yang masih berdarah Indonesia. Selain Mahalli, menurut Jazuli, kapten timnas Malaysia Safiq Bin Rahim dan Mohd Amri Bin Yahyah, juga berdarah Indonesia.

Penasaran, sore kemarin wartawan media ini pun menemui ketiga pemain tersebut setelah latihan di Stadion Bukit Jalil. Mahalli pun dengan terus terang mengakui statusnya. Sedangkan Safiq dan Amri membantah. "Ayah dan ibu (Masyura) saya memang asli Bawean. Sedangkan saya sudah memperkuat timnas Malaysia sejak Kelompok Umur 15 tahun," kata Mahalli yang kelahiran Selangor 2 April 1989 itu.

Mahalli mengaku memilih timnas Malaysia karena merasa lahir dan besar di negeri jiran itu. "Keluarga besar saya sangat mendukung. Saya sangat mantap bermain untuk Malaysia, meski ayah dan ibu saya dari Indonesia," lanjut pengagum Steven Gerrard (kapten Liverpool) itu.

Mahalli adalah juga anggota skuad timnas Malaysia saat meraih medali emas di SEA Games Laos 2009. Lebih jauh, pemain yang mengaku tidak ingin menjajal kompetisi Indonesia itu mengaku biasa saja saat timnya menghadapi Indonesia di final Piala AFF 2010 ini.

Sementara itu, Mohd Amri Bin Yahyah buru-buru menolak saat disodori pertanyaan oleh media ini, mengenai kabar jika dia punya darah Indonesia. "Ah, tidak benar itu. Bapak-ibu saya, juga kakek-nenek saya asli Malaysia," cetusnya, seraya cepat-cepat masuk ke ruang ganti. Hal serupa juga dilakukan oleh Rafiq bin Rahim. (ali)
sumber: jpnn


Minggu, 26 Desember 2010 | 13:38 WIB
foto
Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/ Zulkarnain
  TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyaksikan secara langsung pertandingan laga pertama final Piala AFF 2010 antara Indonesia melawan Malaysia, dikediamannya Puri Cikeas Indah pukul 19.00 WIB nanti.
"Sifatnya internal, bersama keluarga. Yang jelas ada Ibu negara Ani Yudhoyono," kata juru bicara presiden Julian Aldrin Pasha saat dihubungi Tempo Ahad(26/12).

Julian mengatakan beberapa menteri juga diundang namun ia belum bisa menyebutkan siapa saja yang sudah konfirmasi untuk datang menonton bersama. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang biasanya menemani presiden saat ada event, saat ini berada di Malaysia memantau langsung jalannya pertandingan final di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur.

Sejumlah pejabat tinggi negara saat ini sudah berada di Malaysia untuk menonton langsung final nanti malam. Di antaranya Menpora Andi Mallarangeng, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum beserta rombongan.

MUNAWWAROH

sumber: tempo

Minggu, 26 Desember 2010 | 12:10 WIB

foto
TEMPO/Imam Sukamto
  TEMPO Interaktif, Jakarta - Ribuan pengantre tiket final Piala AFF di Gelora Bung Karno bingung dan marah karena sudah lama mengantre tapi tidak kunjung mendapat kepastian. Mereka yang berkumpul di pintu IV juga tidak menghiraukan hujan deras yang mengguyur Gelora Bung Karno.

"Buka!! Buka!!" teriak mereka. Suasana makin memanas saat mereka berupaya menjebol pintu. Pintu IV kemudian jebol dan puluhan pengantre berhasil masuk stadion.

Segenap pengantre kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya secara serentak.

Lima menit sebelum situasi memanas, aparat kepolisian sudah mengumumkan bahwa penjualan tiket akan mereka buka asal para pengantre tertib. Setelah ada pengumuman itu, panasnya situasi mulai mereda, namun itu tidak berlangsung lama.

RATNANING ASIH

sumber: tempo

Sabtu, 25 Desember 2010, 09:28 WIB
Muhammad Hasits, Marco Tampubolon
Latihan Timnas Indonesia (ANTARA/Puspa Perwitasari)
VIVAnews- Tim nasional Indonesia menjalani latihan tertutup di Stadion Nasional Bukit Jalil,  Malaysia, Sabtu, 25 Desember 2010.

Timnas akan bertemu Malaysia, Minggu 26 Desember 2010. Duel ini merupakan laga pertama final Piala AFF 2010.

Sehari jelang laga, pasukan Alfred Riedl mendapat kesempatan untuk menjajal Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Namun pada kesempatan ini, wartawan hanya diberi kesempatan merekam gambar selama 15 menit.

Pantauan VIVAnews, latihan digelar mulai pukul 09.00 waktu setempat. Seluruh pemain telihat ikut ambil bagian termasuk Oktovianus Maniani dan Yesaya Desnam yang hari ini merayakan Natal.

Pada 15 menit pertama, pemain hanya menjalani latihan ringan. Setelah melakukan pemanasan, timnas terlihat mengasah kemampuan driblingnya.

Untuk sesi selanjutnya, Riedl meminta media untuk tidak mengambil gambar. Rencananya, pelatih asal Austria itu akan memberikan keterangan usai latihan.
• VIVAnews

Sabtu, 25 Desember 2010 | 02:52 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Suporter Indonesia sangat kompak saat mendukung 
timnya bertanding. Ini sangat membantu perjuangan 
Firman Utina dkk di Piala AFF 2010.
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Rupanya, suporter Indonesia membuat Malaysia cukup gentar. Meski berstatus tandang pada leg pertama final Piala AFF 2010, Indonesia dinilai akan memiliki suporter yang tetap banyak.
Media Malaysia menyebut suporter Indonesia bakal solid. Setidaknya, 15 ribu suporter Indonesia akan datang ke Stadion Bukit Jalil untuk memberi dukungan kepada Firman Utina dkk dalam menghadapi Malaysia.

Jumlah itu memang tak terlalu banyak, jika seluruh tiket terjual. Panitia menyediakan 85.000 tiket. Sebanyak 15.000 menjadi jatah suporter Indonesia, tapi menurut Duta Besar Indonesia di Malaysia, Da'i Bachtiar, jumlah itu masih kurang.
Secara jumlah memang suporter Indonesia kalah jauh. Tapi, suporter Indonesia dikenal sangat kompak dan memiliki lagu kebanggaan yang bisa dengan spontan dinyanyikan bersama-sama, yakni "Garuda di Dadaku".

Nyanyian secara kompak itu akan bisa tetap terasa di stadion, meski suporter Malaysia akan lebih keras bersuara. Hanya saja, kekompakan dalam berteriak maupun bernyanyi bisa berpengaruh kuat.
Situs Malaysia, Football.thestar.com, menyebut suporter Indonesia solid. Dan, sebanyak 15.000 tiket untuk Indonesia hampir pasti terbeli semua.

Sampai Jumat (24/12/2010) saja, sudah ada 9.000 tiket jatah Indonesia yang terjual di loket yang dibuka di KBRI di Malaysia. Sebelum hari pertandingan, Minggu (26/12/2010), diperkirakan seluruh jatah Indonesia sudah terjual.

"Demam Piala AFF sedang meningkat. Sasya harap setiap orang bisa menikmatinya dan mendukung dengan cara yang benar," kata Ketua Komisi Fiket Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk S. Sivasundaram.

sumber: kompas


Headline
Foto:ilustrasi
Oleh:
Bola - Sabtu, 25 Desember 2010 | 09:47 WIB 
 
INILAH.COM, Surabaya - Tim sepakbola Indonesia akan melawan kesebelasan Malaysia dalam final leg pertama Piala AFF 2010 di stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu 26 Desember 2010. Pada tanggal yang sama, enam tahun lalu bencana tsunami meluluhlantakkan sebagian wilayah Aceh.

Untuk itu, masyarakat Aceh berharap agar Firman Utina dan kawan-kawan mengenakan pita hitam di lengan pada saat bertanding melawan Malaysia. Juga hening cipta sejenak untuk mengenang derita dan duka yang dirasakan kala itu.

“Aksi hening cipta dan mengikat pita hitam di lengan merupakan bentuk penghormatan terhadap korban tsunami. Ini juga menjadi pertanda bahwa solidaritas di antara rakyat Indonesia terus tumbuh,” kata Sekjen Partai Rakyat Aceh (PRA), Thamren Ananda, salah satu partai lokal yang berpengaruh di Aceh dalam rilis yang diterima beritajatim.com, Jumat (24/12/2010).

Apalagi, setelah tsunami banyak pula warga Aceh yang tinggal dan bekerja di Malaysia. “Sudah selayaknya tim nasional kita sedikit sensitif untuk menghormati ratusan ribu korban meninggal pada peristiwa tsunami pada tahun 2004 lalu,” tegas Thamren.

Duka Aceh yang juga duka Indonesia terjadi pada 26 Desember 2004 lalu. Gempa bumi bawah laut 9,1 skala Richter mengguncang Samudera Hindia di lepas pantai Sumatera Utara. Sungguh dahsyat getarannya, getaran gempa begitu kuat hingga terasa sampai 1.200 kilometer dari pusat gempa, mencapai Alaska.

Gempa superbesar itu memicu tsunami mematikan. Gelombang gergasi menyapu sejumlah pantai di Samudera Hindia hingga ketinggian 30 meter. Lebih dari 230.000 orang tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal. [beritajatim.com]

sumber: inilah.com